Kamis, 26 Juli 2018

Info Loker: PT MRT Jakarta Butuh 230 Karyawan Baru

Info Loker: PT MRT Jakarta Butuh 230 Karyawan Baru - Info loker, PT MRT Jakarta masih kekurangan pegawai. Saat ini, kata Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono, jumlah pegawai di perusahaan pelat merah ini, berjumlah 400 orang.

Hasil gambar untuk Info Loker: PT MRT Jakarta Butuh 230 Karyawan Baru

Padahal, perusahaan milik Pemprov DKI ini membutuhkan 640 orang pekerja untuk melayani oprasional dan pemeliharaan. Kami masih butuh 230 karyawan.  Sebanyak 154 orang akan ditempatkan di operasional dan 23 orang di maintenance, ujar Agung di Kantor MRT, Kamis, 26 Juli 2018.

Agung menjelaskan MRT membutuhkan orang-orang yang bersedia melayani para pelanggan MRT. Adapun bidang-bidang yang dibutuhkan antara lain, Commercial Department Head, dengan deskripsi pekerjaan, melakukan penyusunan rencana bisnis non farebox MRT Jakarta. Syaratnya, memiliki pengalaman kerja di bidang yang sama minimal 10 tahun dan minimal berpendidikan S1 di Bidang Marketing, Komunikasi, atau Ekonomi.

Operation Control Center (OCC) Department Head, kata Agung, juga sangat dibutuhkan dalam pengoperasian MRT. Pekerjaan ini bertanggungjawab mengelola dan mengendalikan program operasi kereta sehari-hari seperti keberangkatan, kontrol operasi, dan kontrol staf. Syaratnya, memiliki pengalaman kerja di bidang yang sama minimal 10 tahun dan minimal berpendidikan S1 jurusan teknik atau setara.

Selanjutnya, Organization, Talent & Training Department Head, dengan deskripsi pekerjaan merancang dan menganalisa materi pelatihan dan modul yang dibutuhkan. Syarat yang diminta MRT, ialah orang yang berpengalaman minimal 10 tahun di bidang Organizational Development, Talent Management atau Training dan minimal berpendidikan S1 jurusan Psikologi, Human Resources, Management, Hukum atau Teknik Industri.

Selain lowongan karier untuk mengisi kepala bagian, MRT juga membuka lowongan untuk fresh graduate dan pekerja dengan pengalaman di bawah 5 tahun. Seperti Accounting Specialist, Assurance / Consulting Specialist, Document Admin, Passenger Dispatcher, Project Risk & Reporting Specialist, Quality Assurance & Quality Control Specialist, Senior IT Developer Specialist, dan Warehouse and Logistic Specialist.

Untuk info loker ini, Agung menjelaskan dalam kombinasi di setiap divisi yang ada, akan memasukkan pekerja senior dan pekerja muda. Agar transfer ilmu tetap jalan dengan inovasi segar dari pekerja muda.

Selasa, 15 Mei 2018

Ini Beda Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus

Ini Beda Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus - kaitkan dengan rencana pengurangan atau penghapusan Premium.

Hasil gambar untuk Ini Beda Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus

Apa dan bagaimana perbedaan Pertalite dibandingkan jenis BBM lain buatan Pertamina? Berikut daftarnya:

1. Nilai Oktan (Research Octane Number/RON)
Premium memiliki nilai oktan 88, sedangkan Pertalite memiliki RON 90, Pertamax sebesar 92. dan Pertamax Plus sebesar 95. Nilai ini menunjukan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Semakin tinggi nilai oktannya, maka BBM lebih lambat terbakar, sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan dengan kendaraan yang menggunakan kompresi tinggi (di atas 9 seperti yang digunakan pada sepeda motor dan mobil keluaran terbaru).

2. Warna cairan
BBM jenis Premium memiliki warna kuning cerah. Warna tersebut berasal dari zat pewarna tambahan (dye). Sementara itu, Pertamax yang berwarna biru kehijauan, dan Pertamax Plus yang berwarna merah tidak menggunakan pewarna tambahan, sehingga pembakarannya lebih sempurna.

Berdasarkan pemaparan Pertamina di Komisi Energi DPR pada 22 April 2015 lalu, warna cairan Pertalite adalah hijau terang. Warna ini didapatkan karena Pertalite diproduksi menggunakan bahan campuran Premium dan Pertamax.

3. Harga per liter
Saat ini harga Premium masih dipertahankan pada level Rp 7.400. Kemudian, harga Pertamax pada bulan lalu dinaikkan Rp 500 rupiah menjadi Rp 9.300. Adapun harga Pertamax Plus mencapai Rp 10.200.

Bagaimana dengan harga jual Pertalite? Pertamina menyatakan belum menetapkan harga pastinya. Namun pada Rabu, 24 Juni 2015, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan harga jual Pertalite tidak lebih dari Rp 8.500.

Rencananya Pertamina baru akan memasarkan Pertalite setelah lebaran pada pertengahan Juli nanti. Pertalite baru akan dipasarkan di kota-kota besar di Pulau Jawa. Nantinya, penjualan Pertalite di pompa bensin akan menggunakan dispenser Pertamax yang tidak terpakai. Soalnya April lalu anggota Komisi Energi DPRD melarang Pertamina mengurangi jumlah dispenser Premium karena adanya bahan bakar baru ini.